130

Malam ini saya ikut Komunitas Aleut mengunjungi klenteng di Jalan Klenteng. Merah, dupa, asap, perih mata, sembahyang, pengabdian diri, patung Buddha dan dewa-dewi, dan pengemis dadakan keras kepala. Suasana khusyuk yang menyenangkan, saya suka tempat-tempat seperti itu. Setelah dari klenteng, menuju tempat makan, kami memotong dari daerah pecinan sampai ke Jalan Gardujati. Ada gelandangan yang masturbasi di pinggir jalan dengan bermodalkan sarung yang menutupi kepala sampai lutut dan sebuah radio transistor. Quite absurd, indeed.

Selamat hari Imlek 2563!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.